Bacaan Doa Niat dan Sesudah Whudhu

asep

Pengguna

Asep

Jum'at, 26 Oktober 2018 09:56:07

Wudhu adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang untuk memurnikan diri mereka dari hadast dan bagaimana membersihkan kotoran kecil dengan menggunakan air yang dilakukan dalam Islam sebelum berdoa. Wudhu biasanya dilakukan dalam doa karena itu adalah salah satu pilar doa. Selain menggunakan air wudhu, itu juga bisa diganti dengan bubuk yang disebut Wudhu Tayamum. Sebelum berwudhu sangat disarankan untuk membaca niat.


Adapun Bacaan Niat Whudu Seperti

“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”

Artinya :“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah.”

Doa Stelah Berwudu  

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّالله وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَ الرَّسُولُ الله اَللهُمَّ جْعَلْنِى مِنَ التَّوَّبِيْنَ وَجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِرِ يْنْ وَجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّلِحِيْنْ

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”

Artinya :“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

Hukum Wudhu

Hal yang sama berlaku untuk berbagai jenis doa, yang merupakan kewajiban dan doa dari Sunnah. Ada dua jenis hukum wudhu, yaitu, wudhu wajib dan sunnah:

1. Hukum wudhu wajib.

Melakukan wudhu adalah sesuatu yang harus dilakukan Muslim sebelum melakukan kegiatan doa, menyingkirkan kabah dan sebelum memegang kitab suci Alquran. Undang-undang diperlukan untuk melakukan wudhu sebelum Al Qur'an telah diminta oleh empat sekolah Islam berdasarkan literatur Al-Qur'an dalam Surat al-waqiah, ayat 77-79, yang menyatakan:

"Sebenarnya, Alquran ini adalah bacaan yang sangat mulia, dalam buku itu adalah telepihara (Lauhul Mahfuzh), itu tidak menyentuhnya, kecuali mereka yang disucikan."

Namun ada pendapat lain yang mengemukakan pendapat tentang ayat tersebut, yang diaktifkan oleh Ibnu Abbas dan telah ditafsirkan oleh Al-Hafidzt Ibn Kathir. Ayat menurutnya adalah "tidak ada yang bisa menyentuh Al-Quran yang ada di Mahkamah Agung, kecuali para malaikat yang telah disucikan". Itu tidak berarti bahwa orang-orang yang dapat menyentuh Al Qur'an adalah orang-orang yang dibebaskan dari tradisi yang berbeda, baik kecil maupun besar.

https://niatbacaan.blogspot.com/

Reply


Silahkan login terlebih dahulu